Jumat, 20 Juni 2014

Apa Rahasia Bisnis Rasulullah ?

JIka Rasulullah adalah orang yang SUKSES di usia muda dengan capaian- capain yang begitu mengesankan dan karya- karya yang membumi. Sedikit kita intip rahasia Bisnis dari Rasulullah saw.
1. Menjadikan Pekerjaan Sebagai Ladang Menjemput Surga
2. Kejujuran dan Kepercayaan Yang Tidak Bisa Ditawar
3. Tidak Cuma Bisa Mimpi, Tapi Ahli Mewujudkannya
4.Berpikir Visioner, Kreatif, dan Siap Menghadapi Perubahan
5. Planning dan Goal Setting yang Jelas
6. Pintar mempromosikan diri
7. Menggaji Karyawan Sebelum Kering Keringatnya
8. Mengetahui Rumus Bekerja Dengan Cerdas.
9. Mengutamakan Sinergisme
10. Berbisnis Dengan Cinta
11. Pandai Bersyukur dan Berucap Terima Kasih
12. BEKERJA = IBADAH
                Ada satu kesalahan pemahaman yang sering kali dilakukan oleh umat manusia di dunia ini, terkait masalah ibadah. Ketika disinggung soal ibadah, maka yang sering kita pikirkan adalah masalah shalat, puasa, haji, dll (bagi yang muslim), pergi kebaktian ke gereja (bagi yang nasrani), sembahyang ke Pura (bagi yang Hindu), dll.
                Padahal makna ibadah bisa lebih luas dari pada itu semua. Ibadah tidak hanya mencakup masalah spiritual saja. Ketika satu perbuatan dilakukan dengan niatan yang baik, dimulai dengan menyebut nama Allah, maka itu sudah masuk dalam ranah ibadah.
                Begitu pula dengan bisnis yang kita lakukan. Niatkan saja bisnis Anda sebagai ibadah sejak awal. Maka sepanjang usaha yang Anda lakukan untuk memajukan bisnis Anda akan menjadi suatu ladang amal yang mengalirkan pahala. Pantaslah lahir ungkapan, “hidup kaya raya, mati masuk surga”. Apalagi kalau suksesnya di usia muda.
                Dan ketika kita meniatkan setiap pekerjaan kita sebagai satu bentuk ibadah, maka efeknya akan lain sekali dan cenderung positif :
* Anda akan bekerja lebih baik karena ini adalah ibadah. Tidak mungkin kan kita ibadah kepada Sang Khalik serampangan.
*Anda lebih ikhlas dalam menjalani prosesnya karena ini bagian dari perjalanan ibadah kita.
* Anda akan jujur dan amanah karena ingin mendapatkan balasan yang terbaik dariNya. Dll.
                Kalau sudah begini, peluang bisnis kita untuk maju dan berkembang pesat terbuka lebar. Tentunya berujung pada kesuksesan dan peningkatan level spiritual kita yang berjalan beriringan. Bekerja = Ibadah, hidup sukses mati masuk surga.

Sumber : http://rahasiabisnisrasulullah-sofyan.blogspot.com/

Minggu, 15 Juni 2014

Mencari Ketenangan ?

Banyak harta tak menjamin ketenangan, ketenangan adalah dambaan setiap insan. Kedamaian hati seseorang hamba, berada dalam perasaan tenangnya bersama Tuhan. Meyakini datangya ketenangan dari Tuhan maka cari cara untuk mengundang kehadirannya.
·         “Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman” (QS:At-Taubah:26)
·         "Lalu menurunkan ketenangan atas mereka” (QS.Al-Fath:18)
Ketenangan adalah ketertambatan hati kepada Rabb, kepercayaan hati yang sangat kuat kepada Yang Maha Pengasih atau ketenangan nurani karena bertawakal kepada Illahi Rabbi. Ketenangan adalah keteduhan emosi dan tida memberontak. Ketenangan seperti ini adalah ketenangan yang  bisa diraih oleh orang- orang yang beriman, menghindarkan mereka dari kebingungan dan tekanan, keraguan dan ketidakenakan hati. Tentu saja hal ini sesuai dengan tingkat ketergantungan hamba kepada Rabb-nya, kualitas dzikirnya, rasa sukurnya, kelurusan menjalankan perintah-Nya, keteladanannya kepada Rasulullah, keteguhannya berpegang kepada petunjuknya, kecintaanya kepada Dzat yang menciptakannya kepercayaannya kepada Allah yang memerintahnya, kemampuannya untuk berpaling dari selain Allah , hanya menyeru Allah, dan hanya menyembah kepada-Nya.(Dr.Aidh Al-Qarni 2003)


Sabtu, 14 Juni 2014

Cara Merintis Bisnis Ala Rasul

Banyak dari kita yang ingin berbisnis, terkadang kita bingung harus mulai dari mana dan harus bagaimana. Tulisan  ini semoga membantu, tips merintis bisnis yang merujuk pada Nabi Muhammad saw. Pengusaha muda yang sukses membangun Megabisnisnya, orang yang diyakini membangun embrio lahirnya ilmu bisnis modern. Nah berikut tips-tipsnya :
1. Fokus dan Konsentrasi, RasulAllah selalu Fokus terhadap bisnis yang beliau tekuni, Tidak mengerjakan bisnis yang satu ke satunya lagi sebelum beliau menyelesaikannya.
2. Mempunyai Goal dan rencana yang jelas, tetapkan tujuan yang ingin dicapai dan gapai dengan menggunaka strategi pencapaian. Sehingga setiap kegiatan yang dilakukan mengarah pada pencapain tujuan.
3. Merintis Bisnis Dari NOL, kesuksesan beliau tidak datang dalam satu malam walaupun seorang RasullAllah, tetapi harus dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari seorang pengembala kambing, Karyawan/Salles hingga jadi Owner.
4. Tidak Mudah Putus Asa, beliau Berkata : Janganlah kamu berdua putus asa dari rizky selama kepalamu masih bergerak. Karena manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merahtidak mempunyai baju, Kemudian Allah SWT memberikan rizky kepadanya (HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya)
5. Berusaha Menjadi Trend Center
6. Inovatif, Semua barang yang di Jual Rasul selalu berbeda dari kompetitornya, dengan harga murah tetapi Hight Quality.
7. Memahami kondisi dan analisa Pasar
8. Kemampuan merespon strategi Pesaingnya
9. Belajar menguasai pasar
10. Mampu Memanagement Organisasi secara Efektif
11. Bisa menghilangkan Mental Blocking, Atau juga yang di sebut dengan Ketakutan yang Berlebihan dalam menghadapi kegagalan usaha. Rasul selalu bisa mengalahkan diri sendiri dari hal-hal Negatif (mujahadah).
12. Mampu menarik dan meyakinkan pemilik Modal untuk ikut serta dalam bisnis yang dilaksanakannya.
Ada suatu kisah, Ketika Nabi di Mekkah para pedagang dari kaum Quraisy yang ingin menjatuhkan Bisnisnya, dengan menjatuhkan Harga dengan tidak Wajar. Tetapi beliau menerapkan Hukum Suply&Demand, beliau menyiasati dan bersabar. Hingga semua dagangan para kompetitornya habis semua. Rasul baru Menjual Dagangannya karena Rasul Percaya kalau jumlah Permintaan (Demand) jauh lebih tinggi dari jumlah Penawaran (Supply) di Kota itu. Tak lama kemudian Rakyat Kota tersebut membeli Barang Dagangan Rasul dengan Harga Normal, ketika rombongan Pedagang itu pulang Mekkah gempar. Semua pedagang Rugi akibat banting harga kecuali Nabi Muhammad SAW yang untung besar. Itulah kejelian melihat, menganalisis, dan memahami Pasar. Hingga menguasai Pasar yang ada.
 Rujukan  : http://rahasiabisnisrasulullah-sofyan.blogspot.com/

Kamis, 12 Juni 2014

Hal kecil tetapi berdampak, Itulah Pujian


Manusia adalah mahluk sosial yang sudah menjadi sunatullohnya untuk saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Hampir dalam seluruh aspek kehidupan kita selalu berinteraksi dengan orang lain. Dalam dunia pendidikan, pekerjaan, hobi, bisnis bahkan mau ke toiletpun ada interaksi sosialnya. Contohnya toilet berbayar.hha
Baik langsung deh saya, terinspirasi dari kejadian kemarin pas di kelas saat kuliah, ada kejadian yang cukup membahagiakan dan berdampak bagi kehidupan saya. Dan saya ingin sampaikan tentang hikmah yang bisa saya ambil. Sering kita jumpai acara- cara seperti festival musik, tabligh akbar, acara pernikahan, lomba 17 agustusan dan tentunya kalau bagi anak sekolahan, banyak organisasi yang menyelenggarakan kegiatan. Jika di ambil garis linier, maka kegiatan yang tadi saya sebutkan akan bertemu pada satu titik namanya manajemen SDM (sumber daya manusia ). Dalam berorganisasi, kita akan berbicara tentang seni memanage orang. Bagi organiasator/ aktivis tentunya pernah menjumpai  dimana  tugas- tugas yang diberikan tidak selesai, rapat datang terlambat, bahkan tak datang tanpa konfirmasi, dan lama- lama etos kerja menjadi menurun. Mungkin ini bisa menjadi salah satu solusi bagi permasalahn yang demikian.
Pada hakikatnya, manusia ingin dihargai, keberadaan mereka diakui, senang dengan pujian dan ingin memberikan kontribusi. Nah ini yang perlu diperhatikan bagi para pemimpin(baca:semua orang pemimpin). Terkadang hal seperti ini yang kita dianggap kecil tetapi sangat berarti bagi yang lain. Jika sahabat seorang pemimpin organisasi, maka pandai-padailah membangun keterikatan hati dengan anggotanya. Supaya etos kerjanya meningkat dan roda organisasinya berjalan dengan baik dengan karya – karya yang memberi manfaat. Hal ini memang sulit, tapi bukan suatau hal yang mustahil.  Tidak ada salahnya seorang pemimpin memberikan reward pada anggotanya, reward itu bisa bermacam- macam, bisa barang ataupun dalam bentuk yang lainnya. Tapi minimalnya reward secara verbal dengan memberikan sebuah pujian atas kinerja yang baik dalam menyelesaikan tugas- tugasnya.hal itu mungkin hal yang kecil tetapi berdampak besar. Dengan demikian anggota akan merasa di hargai, dan diakui keberadaanya. Yang secara emosional akan mendongkrak semangat dalam bekerja. Tapi tak perlu berlebihan, cukup lakukan secara proporsional. Jika anggota melakukan kesalahan tentunya perlu punishment, tetapi perlu ada seni dalam menyampaikannya. Tidak langsung dengan nada tinggi sampai urat leher mau putus, semua ada masanya. Tetapi saran saya adalah jika ada kesalahan, tegurlah secara baik- baik. Dan komunikasikan apa penyebabnya, boleh jadi tugas yang diberikan adalah tugas yang kita anggap mudah dan sederhana, tetapi bagi dia itu adalah titik lemahnya yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Disini kita tidak berbiacara tentang profesioanalitas ya, tapi hanya ingin menekankan. Jika terjadi kesalahan maka jangan langsung mencari siapa yang salah.  Tetapi tanyakan dulu pada diri sendiri, kenpa hal ini bisa terjadi. Boleh jadi, kesalahan ini bersumber dari kita sendiri yang tak pernah kita sadari. Jangan sampai gara- gara salah sangka, hubungan antar anggota jadi retak bahkan pecah. Nah balik lagi tentang masalah pujian, memberikan pujian mungkin di anggap kecil, sepele bahkan tidak penting. Tapi ini akan berdampak terhadap kinerja orang tersebut yang tentuya berdampak pada kinerja organisasi yang digelutinya.