JIka Rasulullah adalah orang yang SUKSES di usia muda dengan capaian- capain yang begitu mengesankan dan karya- karya yang membumi. Sedikit kita intip rahasia Bisnis dari Rasulullah saw.
1. Menjadikan Pekerjaan Sebagai Ladang Menjemput Surga
2. Kejujuran dan Kepercayaan Yang Tidak Bisa Ditawar
3. Tidak Cuma Bisa Mimpi, Tapi Ahli Mewujudkannya
4.Berpikir Visioner, Kreatif, dan Siap Menghadapi Perubahan
5. Planning dan Goal Setting yang Jelas
6. Pintar mempromosikan diri
7. Menggaji Karyawan Sebelum Kering Keringatnya
8. Mengetahui Rumus Bekerja Dengan Cerdas.
9. Mengutamakan Sinergisme
10. Berbisnis Dengan Cinta
11. Pandai Bersyukur dan Berucap Terima Kasih
12. BEKERJA = IBADAH
Ada
satu kesalahan pemahaman yang sering kali dilakukan oleh umat manusia di dunia
ini, terkait masalah ibadah. Ketika disinggung soal ibadah, maka yang sering
kita pikirkan adalah masalah shalat, puasa, haji, dll (bagi yang muslim), pergi
kebaktian ke gereja (bagi yang nasrani), sembahyang ke Pura (bagi yang Hindu),
dll.
Padahal
makna ibadah bisa lebih luas dari pada itu semua. Ibadah tidak hanya mencakup
masalah spiritual saja. Ketika satu perbuatan dilakukan dengan niatan yang
baik, dimulai dengan menyebut nama Allah, maka itu sudah masuk dalam ranah
ibadah.
Begitu
pula dengan bisnis yang kita lakukan. Niatkan saja bisnis Anda sebagai ibadah
sejak awal. Maka sepanjang usaha yang Anda lakukan untuk memajukan bisnis Anda
akan menjadi suatu ladang amal yang mengalirkan pahala. Pantaslah lahir
ungkapan, “hidup kaya raya, mati masuk surga”. Apalagi kalau suksesnya di usia
muda.
Dan
ketika kita meniatkan setiap pekerjaan kita sebagai satu bentuk ibadah, maka
efeknya akan lain sekali dan cenderung positif :
* Anda akan bekerja lebih baik karena ini adalah ibadah. Tidak mungkin kan kita
ibadah kepada Sang Khalik serampangan.
*Anda lebih ikhlas dalam menjalani prosesnya karena ini bagian dari perjalanan
ibadah kita.
* Anda akan jujur dan amanah karena ingin mendapatkan balasan yang terbaik
dariNya. Dll.
Kalau
sudah begini, peluang bisnis kita untuk maju dan berkembang pesat terbuka
lebar. Tentunya berujung pada kesuksesan dan peningkatan level spiritual kita
yang berjalan beriringan. Bekerja = Ibadah, hidup sukses mati masuk surga.
Sumber : http://rahasiabisnisrasulullah-sofyan.blogspot.com/
Jumat, 20 Juni 2014
Minggu, 15 Juni 2014
Mencari Ketenangan ?
Banyak harta tak menjamin ketenangan, ketenangan adalah
dambaan setiap insan. Kedamaian hati seseorang hamba, berada dalam perasaan
tenangnya bersama Tuhan. Meyakini datangya ketenangan dari Tuhan maka cari cara
untuk mengundang kehadirannya.
·
“Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada
Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman” (QS:At-Taubah:26)
·
"Lalu menurunkan ketenangan atas mereka” (QS.Al-Fath:18)
Ketenangan
adalah ketertambatan hati kepada Rabb, kepercayaan hati yang sangat kuat kepada
Yang Maha Pengasih atau ketenangan nurani karena bertawakal kepada Illahi
Rabbi. Ketenangan adalah keteduhan emosi dan tida memberontak. Ketenangan
seperti ini adalah ketenangan yang bisa diraih
oleh orang- orang yang beriman, menghindarkan mereka dari kebingungan dan
tekanan, keraguan dan ketidakenakan hati. Tentu saja hal ini sesuai dengan
tingkat ketergantungan hamba kepada Rabb-nya, kualitas dzikirnya, rasa
sukurnya, kelurusan menjalankan perintah-Nya, keteladanannya kepada Rasulullah,
keteguhannya berpegang kepada petunjuknya, kecintaanya kepada Dzat yang
menciptakannya kepercayaannya kepada Allah yang memerintahnya, kemampuannya
untuk berpaling dari selain Allah , hanya menyeru Allah, dan hanya menyembah
kepada-Nya.(Dr.Aidh Al-Qarni 2003)
Sabtu, 14 Juni 2014
Cara Merintis Bisnis Ala Rasul
Banyak dari kita yang ingin berbisnis, terkadang kita
bingung harus mulai dari mana dan harus bagaimana. Tulisan ini semoga membantu, tips merintis bisnis
yang merujuk pada Nabi Muhammad saw. Pengusaha muda yang sukses membangun
Megabisnisnya, orang yang diyakini membangun embrio lahirnya ilmu bisnis modern.
Nah berikut tips-tipsnya :
1. Fokus dan Konsentrasi, RasulAllah selalu Fokus terhadap bisnis yang beliau tekuni, Tidak mengerjakan bisnis yang satu ke satunya lagi sebelum beliau menyelesaikannya.
2. Mempunyai Goal dan rencana yang jelas, tetapkan tujuan yang ingin dicapai dan gapai dengan menggunaka strategi pencapaian. Sehingga setiap kegiatan yang dilakukan mengarah pada pencapain tujuan.
3. Merintis Bisnis Dari NOL, kesuksesan beliau tidak datang dalam satu malam walaupun seorang RasullAllah, tetapi harus dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari seorang pengembala kambing, Karyawan/Salles hingga jadi Owner.
4. Tidak Mudah Putus Asa, beliau Berkata : Janganlah kamu berdua putus asa dari rizky selama kepalamu masih bergerak. Karena manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merahtidak mempunyai baju, Kemudian Allah SWT memberikan rizky kepadanya (HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya)
5. Berusaha Menjadi Trend Center
6. Inovatif, Semua barang yang di Jual Rasul selalu berbeda dari kompetitornya, dengan harga murah tetapi Hight Quality.
7. Memahami kondisi dan analisa Pasar
8. Kemampuan merespon strategi Pesaingnya
9. Belajar menguasai pasar
10. Mampu Memanagement Organisasi secara Efektif
11. Bisa menghilangkan Mental Blocking, Atau juga yang di sebut dengan Ketakutan yang Berlebihan dalam menghadapi kegagalan usaha. Rasul selalu bisa mengalahkan diri sendiri dari hal-hal Negatif (mujahadah).
12. Mampu menarik dan meyakinkan pemilik Modal untuk ikut serta dalam bisnis yang dilaksanakannya.
1. Fokus dan Konsentrasi, RasulAllah selalu Fokus terhadap bisnis yang beliau tekuni, Tidak mengerjakan bisnis yang satu ke satunya lagi sebelum beliau menyelesaikannya.
2. Mempunyai Goal dan rencana yang jelas, tetapkan tujuan yang ingin dicapai dan gapai dengan menggunaka strategi pencapaian. Sehingga setiap kegiatan yang dilakukan mengarah pada pencapain tujuan.
3. Merintis Bisnis Dari NOL, kesuksesan beliau tidak datang dalam satu malam walaupun seorang RasullAllah, tetapi harus dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari seorang pengembala kambing, Karyawan/Salles hingga jadi Owner.
4. Tidak Mudah Putus Asa, beliau Berkata : Janganlah kamu berdua putus asa dari rizky selama kepalamu masih bergerak. Karena manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merahtidak mempunyai baju, Kemudian Allah SWT memberikan rizky kepadanya (HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya)
5. Berusaha Menjadi Trend Center
6. Inovatif, Semua barang yang di Jual Rasul selalu berbeda dari kompetitornya, dengan harga murah tetapi Hight Quality.
7. Memahami kondisi dan analisa Pasar
8. Kemampuan merespon strategi Pesaingnya
9. Belajar menguasai pasar
10. Mampu Memanagement Organisasi secara Efektif
11. Bisa menghilangkan Mental Blocking, Atau juga yang di sebut dengan Ketakutan yang Berlebihan dalam menghadapi kegagalan usaha. Rasul selalu bisa mengalahkan diri sendiri dari hal-hal Negatif (mujahadah).
12. Mampu menarik dan meyakinkan pemilik Modal untuk ikut serta dalam bisnis yang dilaksanakannya.
Ada suatu kisah, Ketika Nabi di
Mekkah para pedagang dari kaum Quraisy yang ingin menjatuhkan Bisnisnya, dengan
menjatuhkan Harga dengan tidak Wajar. Tetapi beliau menerapkan Hukum Suply&Demand, beliau
menyiasati dan bersabar. Hingga semua dagangan para kompetitornya habis semua.
Rasul baru Menjual Dagangannya karena Rasul Percaya kalau jumlah Permintaan (Demand) jauh lebih tinggi dari jumlah
Penawaran (Supply) di Kota itu. Tak
lama kemudian Rakyat Kota tersebut membeli Barang Dagangan Rasul dengan Harga
Normal, ketika rombongan Pedagang itu pulang Mekkah gempar. Semua pedagang Rugi
akibat banting harga kecuali Nabi Muhammad SAW yang untung besar. Itulah
kejelian melihat, menganalisis, dan memahami Pasar. Hingga menguasai Pasar yang
ada.
Rujukan : http://rahasiabisnisrasulullah-sofyan.blogspot.com/
Kamis, 12 Juni 2014
Hal kecil tetapi berdampak, Itulah Pujian
Manusia adalah mahluk sosial yang sudah menjadi sunatullohnya untuk saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Hampir dalam seluruh aspek kehidupan kita selalu berinteraksi dengan orang lain. Dalam dunia pendidikan, pekerjaan, hobi, bisnis bahkan mau ke toiletpun ada interaksi sosialnya. Contohnya toilet berbayar.hha
Baik langsung deh saya, terinspirasi dari kejadian kemarin
pas di kelas saat kuliah, ada kejadian yang cukup membahagiakan dan berdampak
bagi kehidupan saya. Dan saya ingin sampaikan tentang hikmah yang bisa saya
ambil. Sering kita jumpai acara- cara seperti festival musik, tabligh akbar, acara
pernikahan, lomba 17 agustusan dan tentunya kalau bagi anak sekolahan, banyak
organisasi yang menyelenggarakan kegiatan. Jika di ambil garis linier, maka
kegiatan yang tadi saya sebutkan akan bertemu pada satu titik namanya manajemen
SDM (sumber daya manusia ). Dalam berorganisasi, kita akan berbicara tentang
seni memanage orang. Bagi organiasator/ aktivis tentunya pernah menjumpai dimana tugas- tugas yang diberikan tidak selesai,
rapat datang terlambat, bahkan tak datang tanpa konfirmasi, dan lama- lama etos
kerja menjadi menurun. Mungkin ini bisa menjadi salah satu solusi bagi
permasalahn yang demikian.
Pada hakikatnya, manusia ingin
dihargai, keberadaan mereka diakui, senang dengan pujian dan ingin memberikan
kontribusi. Nah ini yang perlu diperhatikan bagi para pemimpin(baca:semua orang
pemimpin). Terkadang hal seperti ini yang kita dianggap kecil tetapi sangat
berarti bagi yang lain. Jika sahabat seorang pemimpin organisasi, maka
pandai-padailah membangun keterikatan hati dengan anggotanya. Supaya etos
kerjanya meningkat dan roda organisasinya berjalan dengan baik dengan karya –
karya yang memberi manfaat. Hal ini memang sulit, tapi bukan suatau hal yang mustahil.
Tidak ada salahnya seorang pemimpin
memberikan reward pada anggotanya, reward itu bisa bermacam- macam, bisa barang
ataupun dalam bentuk yang lainnya. Tapi minimalnya reward secara verbal dengan
memberikan sebuah pujian atas kinerja yang baik dalam menyelesaikan tugas-
tugasnya.hal itu mungkin hal yang kecil tetapi berdampak besar. Dengan demikian
anggota akan merasa di hargai, dan diakui keberadaanya. Yang secara emosional
akan mendongkrak semangat dalam bekerja. Tapi tak perlu berlebihan, cukup
lakukan secara proporsional. Jika anggota melakukan kesalahan tentunya perlu
punishment, tetapi perlu ada seni dalam menyampaikannya. Tidak langsung dengan
nada tinggi sampai urat leher mau putus, semua ada masanya. Tetapi saran saya
adalah jika ada kesalahan, tegurlah secara baik- baik. Dan komunikasikan apa
penyebabnya, boleh jadi tugas yang diberikan adalah tugas yang kita anggap
mudah dan sederhana, tetapi bagi dia itu adalah titik lemahnya yang tidak
sesuai dengan kemampuannya. Disini kita tidak berbiacara tentang profesioanalitas
ya, tapi hanya ingin menekankan. Jika terjadi kesalahan maka jangan langsung
mencari siapa yang salah. Tetapi tanyakan
dulu pada diri sendiri, kenpa hal ini bisa terjadi. Boleh jadi, kesalahan ini
bersumber dari kita sendiri yang tak pernah kita sadari. Jangan sampai gara-
gara salah sangka, hubungan antar anggota jadi retak bahkan pecah. Nah balik
lagi tentang masalah pujian, memberikan pujian mungkin di anggap kecil, sepele
bahkan tidak penting. Tapi ini akan berdampak terhadap kinerja orang tersebut
yang tentuya berdampak pada kinerja organisasi yang digelutinya.
Langganan:
Postingan (Atom)