Jumat, 06 Juni 2014

BUKAN PELARIAN



 Hidup adalah kumpulan dari pilihan- pilihan. Dari sejak kecil sampai sekarang, ini merupakan hasil dari serangkain pilihan yang kita tetapkan. Tapi perlu di ingat bahwa dalam kehidupan ini ada yang Maha Mengatur kehidupan, yang menguasai seluruh dimensi kehidupan. Dalam kehidupan ada takdir yang ditentukan dan di tetapkan. Takdir yang ditentukan adalah takdir yang tidak dapat dirubah, sedangkan takdir yang ditetapkan adalah takdir yang bisa dirubah. Senjata yang bisa mengubah takdir ini adalah doa dan amal shaleh.
Dalam berbisnispun demikian, bisnis adalah ruang ruang ketidakpastian. Misalnya soal penghasilan, apakah bulan ini pemasukan kita 100 juta, 200 juta atau bahkan 1 M.hhhe. Tidak seperti Karyawan to yang sudah jelas penghasilan tiap bulannya.  Tapi ini adalah zona yang mengasyikan. Karena dalam ketidakpastian  penuh dengan tantangan dan berpotensi menghasilkan banyak kejutan. Seharusnya ketidak pastian ini membuat orang akan terus bekerja, terus berdoa dan berpasrah diri pada yang maha kuasa. Bisnis yang celaka adalah ketika hanya fokus pada penghasilan saja dan lupa akan Tuhannya. Bisnis yang baik adalah bisnis yang menghasilkan dan membuat semakin dekat dengan Tuhannya.
Ada beberapa tipe orang yang terjun kedunia bisnis, misalnya tipe 1 karena memang pilihan sejak awal. Tipe ke2 karena bentuk pelarian. Pelarian karena sudah prustasi tidak kunjung mendapatkan pekerjaan. Atau karena sudah habis masa kontrak dengan perusahaan. Keduanya memang sebuah pilihan, tapi ada hal yang membedakan. Hal yang membedakan adalah spirit/ kesungguhan. Jika sudah meyakinkan bahwa terjun kedunia bisnis adalah sebuah pilihan, bukan pelarian sementara. Hal ini akan menimbulkan spirit yang besar untuk menjalani dan mempelajari. Sabar dalam tekanan dan tahan banting. Jika niatnya setengah- setengah, usahanya Cuma setengah maka hasilnyapun Cuma setengah. Sebaiknya dalam hal apapun, niatnya harus 100%, usahanya 100%,  dan doanya100%. maka insyallah hasilnya pun 100% atau bahkan menjadi 300%. Jadi pilihlah karena pilihan  bukan pelarian.

Kamis, 05 Juni 2014

20 Pengusaha Menanggug 1000 Orang


Sahabat, kali ini saya akan mencoba berbagi tentang peran pengusaha. Mungkin sahabat pernah mendengar tentang jumlah minimal pengusaha dalam suatu negara supaya ideal untuk berkembang adalah sekitar 2% dari total jumlah penduduknya. Nanti saya akan sedikit ulas disini, hal ini akan berkaitan tentang asas kebermanfaatan dan makna pengu
Baik langsung saja deh ya,
Dalam bisnis ada yang namanya peran, misalnya peran sebagai owner dan berperan sebagai karyawan. Dalam hal ini tidak ada yang paling menonjol, merasa saya yang paling berjasa atau merasa yang paling yang lainnya. Yang perlu ditanamkan adalah berbagi peran, berperan sebagai owner, produksi, distribusi, marekting, administrasi dll.  Sehingga akan menumbuhkan team work dan rasa saling memiliki. Peranan seorang pengusaha yang paling baik adalah peranan untuk memberi manfaat sebanyak- banyaknya. Insyallah dengan demikian akan mulia di sisi Allah SWT.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. David McCelland dari Harvard University dalam bukunya “The Achieving Society”, suatu negara dapat mencapai kemakmuran dan kesejahteraan jika minimal 2% dari jumlah penduduknya menjadi pengusaha. Minimal jumlah pengusaha 2% dari jumlah penduduk suatu negara, Kenapa ? Mungkin ini pertanyaan yang muncul, Mari kita coba kupas.  Kita misalkan jumlah penduduk 1000 orang. Jumlah pengusaha =  2% x 1000 = 20 orang. Dengan asumsi setiap pengusaha memiliki karyawan 10 orang. Jadi 20 x 10 (karyawan) = 200 karywan. Dengan asumsi bahwa setiap karyawan memiliki tanggungan hidup 4 orang ( 2 anak, 1 istri, 1 orangtua ) maka 200 (karyawan) x 4 = 800 orang. Dengan demikian jumlah orang yang di tanggung oleh 20 pengusaha adalah 200 (karyawan ) + 800 = 1000 orang. Jadi dengan perhtiungan demikian, maka 20 pengusaha dapat menanggung jumlah seluruh penduduk yang jumlahnya 1000 orang. Dari sinilah angka 2% ini muncul untuk mencapai negara ideal yang berkembang. Nah indonesia masih kekurangan pengusaha, dilansir dari Sindonews.com 19 september 2013- Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Chairul Djamhari menyebutkan, jumlah pengusaha di Indonesia hanya sekitar 1,26 persen. Dan nilai ini pun mungkin akan berbeda tergantung statistik dan lembaga survey. Dan menurut saya, nilai ini pun masih bersifat bias, dengan melihat kondisi indonesia yang masih banyak rakyat miskin dimana- dimana yang masih jauh dari kata sejahtera. Mungkin nilai aslinya tidak mencapai 1%. Sebagai perbandingan, Amerika memiliki pengusaha lebih dari 11 %, Singapura 7,2%, Jepang dan China lebih dari 7%.
Beribu- ribu tahun yang lalu Nabi Muhammad SAW telah menyampaikan dalam salah satu hadithnya beliau bersabda, “9 dari 10 Pintu Rezeki itu berasal dari perniagaan (perdagangan)” (HR. Tirmidzi).
Terdapat pesan implisit, bahwa jika banyak pengusaha maka negara akan sejahtera. Dengan kondisi sekarang, Indonesia masih memerlukan para pengusaha. Pengusaha yang memiliki akhlak mulia. Yang mampu memberdayakan masyarakat disekitarnya. Setiap orang memiliki pilihan dan peranan masing- masing. Yang berperan sebagai pengusaha silahkan tebar manfaat , yang berperan sebgai guru, dosen, satpam, gubernur dll silahkan terbar manfaat. Suatu saat nanti, kita akan menuai hasil dari benih yang telah kita tanam bersama.

Rabu, 04 Juni 2014

Inspirasi Berbisnis dari Rasululloh



Bagi sahabat yang mencari inspirasi dan rujukan dalam berwirausaha/Berbisnis. Mari kita sedikit ulas tentang Kisah RasulAllah Muhammad SAW dalam berbisnis. Nabi Muhammad SAW selama masa Hidupnya pernah mengalami masa keemasan dan beliau adalah Seorang pebisnis Sukses. Beliau mulai berbisnis sejak usia 12 tahun hingga 40 tahun. Jadi beliau menjalani hidup sebagai pebisnis sukses selama 28 Tahun Dan selebihnya adalah masa keRasulan sebagai suri tauladan kita semua sebagai umat Muslim.
Ketokohan dan kepemimpinan beliau tidak hanya diakui oleh umat islam. Tetapi sudah diakui oleh umat nonislam. Beliau adalah orang yang paling berpengaruh didunia. Beliau sudah mengenal dunia bisnis sejak usia dini. Dimulai dari menggembala Kambing, dan meningkat ke-Level yang lebih tinggi. Pada waktu itu Beliau masih berusia 12 Tahun dan Beliau di Ajak oleh pamannya Abu Thalib untuk berdagang di Negeri Syam. Disitulah Awalannya Nabi Muhammad SAW mengenal Bisnis secara serius, dan Menjadi Enterprenur Sejati. Hingga beliau mendapat reputasi yang sangat baik bagi penduduk Negri tersebut. Reputasi-reputasinya adalah sebagai Orang yang Terpercaya (Al-Amin) di dalam Perdagangannya maupun di Kehidupan sehariannya. Pada usia 17 Tahun Nabi Muhammad SAW sudah di beri mandat penuh oleh pamannya untuk Berdagang dari dagangannya. Hingga usia 20 tahun beliau sudah hampir menguasai Pusat Bisnis Global di Jamannya. Kalo sekarang ( Irak, Yordania, Bahrain, Suriah, dan Yaman).
Sedikit ulasan diatas, memberi gambaran kepada kita bahwa beliau memang sedari dini sudah terjun dalam dunia bisnis. Bayangkan pada usia 20 tahun saja, beliau sudah hampir menguasai bisnis di beberapa negara. Yang pada saat itu kendaran tercepat yang digunakan adalah unta. Kebayangkan jalannya unta kayak gimana ? tidak seperti sekrang yang banyak bertebaran jasa- jasa pengiriman barang. So, bagi sahabat- sahabat yang ingin berbisnis, kita sudah diberi contoh untuk berbisnis sedari dini, dengan membangun kejujuran yang berbuah kepercayaan.Mari kita renungi sejenak dan perbandingkan dengan diri kita masing- masing serta dengan segala fasilitas yang serba mudah dan canggih. Malu rasanya karena kita belum bisa berbuat banyak. Tapi yang lalu biarlah berlalu cukup dijadikan pelajaran. kan ada istilah “ Yesterday is history, Tomorrow is mistery, and today is Present day “ . Lakukan yang terbaik saat ini bukan nanti, mumpung lagi ingat mari kita berbuat banyak dan memberi manfaat. 

rujukan : http://rahasiabisnisrasulullah-sofyan.blogspot.com/