Kamis, 05 Juni 2014

20 Pengusaha Menanggug 1000 Orang


Sahabat, kali ini saya akan mencoba berbagi tentang peran pengusaha. Mungkin sahabat pernah mendengar tentang jumlah minimal pengusaha dalam suatu negara supaya ideal untuk berkembang adalah sekitar 2% dari total jumlah penduduknya. Nanti saya akan sedikit ulas disini, hal ini akan berkaitan tentang asas kebermanfaatan dan makna pengu
Baik langsung saja deh ya,
Dalam bisnis ada yang namanya peran, misalnya peran sebagai owner dan berperan sebagai karyawan. Dalam hal ini tidak ada yang paling menonjol, merasa saya yang paling berjasa atau merasa yang paling yang lainnya. Yang perlu ditanamkan adalah berbagi peran, berperan sebagai owner, produksi, distribusi, marekting, administrasi dll.  Sehingga akan menumbuhkan team work dan rasa saling memiliki. Peranan seorang pengusaha yang paling baik adalah peranan untuk memberi manfaat sebanyak- banyaknya. Insyallah dengan demikian akan mulia di sisi Allah SWT.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. David McCelland dari Harvard University dalam bukunya “The Achieving Society”, suatu negara dapat mencapai kemakmuran dan kesejahteraan jika minimal 2% dari jumlah penduduknya menjadi pengusaha. Minimal jumlah pengusaha 2% dari jumlah penduduk suatu negara, Kenapa ? Mungkin ini pertanyaan yang muncul, Mari kita coba kupas.  Kita misalkan jumlah penduduk 1000 orang. Jumlah pengusaha =  2% x 1000 = 20 orang. Dengan asumsi setiap pengusaha memiliki karyawan 10 orang. Jadi 20 x 10 (karyawan) = 200 karywan. Dengan asumsi bahwa setiap karyawan memiliki tanggungan hidup 4 orang ( 2 anak, 1 istri, 1 orangtua ) maka 200 (karyawan) x 4 = 800 orang. Dengan demikian jumlah orang yang di tanggung oleh 20 pengusaha adalah 200 (karyawan ) + 800 = 1000 orang. Jadi dengan perhtiungan demikian, maka 20 pengusaha dapat menanggung jumlah seluruh penduduk yang jumlahnya 1000 orang. Dari sinilah angka 2% ini muncul untuk mencapai negara ideal yang berkembang. Nah indonesia masih kekurangan pengusaha, dilansir dari Sindonews.com 19 september 2013- Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Chairul Djamhari menyebutkan, jumlah pengusaha di Indonesia hanya sekitar 1,26 persen. Dan nilai ini pun mungkin akan berbeda tergantung statistik dan lembaga survey. Dan menurut saya, nilai ini pun masih bersifat bias, dengan melihat kondisi indonesia yang masih banyak rakyat miskin dimana- dimana yang masih jauh dari kata sejahtera. Mungkin nilai aslinya tidak mencapai 1%. Sebagai perbandingan, Amerika memiliki pengusaha lebih dari 11 %, Singapura 7,2%, Jepang dan China lebih dari 7%.
Beribu- ribu tahun yang lalu Nabi Muhammad SAW telah menyampaikan dalam salah satu hadithnya beliau bersabda, “9 dari 10 Pintu Rezeki itu berasal dari perniagaan (perdagangan)” (HR. Tirmidzi).
Terdapat pesan implisit, bahwa jika banyak pengusaha maka negara akan sejahtera. Dengan kondisi sekarang, Indonesia masih memerlukan para pengusaha. Pengusaha yang memiliki akhlak mulia. Yang mampu memberdayakan masyarakat disekitarnya. Setiap orang memiliki pilihan dan peranan masing- masing. Yang berperan sebagai pengusaha silahkan tebar manfaat , yang berperan sebgai guru, dosen, satpam, gubernur dll silahkan terbar manfaat. Suatu saat nanti, kita akan menuai hasil dari benih yang telah kita tanam bersama.

Rabu, 04 Juni 2014

Inspirasi Berbisnis dari Rasululloh



Bagi sahabat yang mencari inspirasi dan rujukan dalam berwirausaha/Berbisnis. Mari kita sedikit ulas tentang Kisah RasulAllah Muhammad SAW dalam berbisnis. Nabi Muhammad SAW selama masa Hidupnya pernah mengalami masa keemasan dan beliau adalah Seorang pebisnis Sukses. Beliau mulai berbisnis sejak usia 12 tahun hingga 40 tahun. Jadi beliau menjalani hidup sebagai pebisnis sukses selama 28 Tahun Dan selebihnya adalah masa keRasulan sebagai suri tauladan kita semua sebagai umat Muslim.
Ketokohan dan kepemimpinan beliau tidak hanya diakui oleh umat islam. Tetapi sudah diakui oleh umat nonislam. Beliau adalah orang yang paling berpengaruh didunia. Beliau sudah mengenal dunia bisnis sejak usia dini. Dimulai dari menggembala Kambing, dan meningkat ke-Level yang lebih tinggi. Pada waktu itu Beliau masih berusia 12 Tahun dan Beliau di Ajak oleh pamannya Abu Thalib untuk berdagang di Negeri Syam. Disitulah Awalannya Nabi Muhammad SAW mengenal Bisnis secara serius, dan Menjadi Enterprenur Sejati. Hingga beliau mendapat reputasi yang sangat baik bagi penduduk Negri tersebut. Reputasi-reputasinya adalah sebagai Orang yang Terpercaya (Al-Amin) di dalam Perdagangannya maupun di Kehidupan sehariannya. Pada usia 17 Tahun Nabi Muhammad SAW sudah di beri mandat penuh oleh pamannya untuk Berdagang dari dagangannya. Hingga usia 20 tahun beliau sudah hampir menguasai Pusat Bisnis Global di Jamannya. Kalo sekarang ( Irak, Yordania, Bahrain, Suriah, dan Yaman).
Sedikit ulasan diatas, memberi gambaran kepada kita bahwa beliau memang sedari dini sudah terjun dalam dunia bisnis. Bayangkan pada usia 20 tahun saja, beliau sudah hampir menguasai bisnis di beberapa negara. Yang pada saat itu kendaran tercepat yang digunakan adalah unta. Kebayangkan jalannya unta kayak gimana ? tidak seperti sekrang yang banyak bertebaran jasa- jasa pengiriman barang. So, bagi sahabat- sahabat yang ingin berbisnis, kita sudah diberi contoh untuk berbisnis sedari dini, dengan membangun kejujuran yang berbuah kepercayaan.Mari kita renungi sejenak dan perbandingkan dengan diri kita masing- masing serta dengan segala fasilitas yang serba mudah dan canggih. Malu rasanya karena kita belum bisa berbuat banyak. Tapi yang lalu biarlah berlalu cukup dijadikan pelajaran. kan ada istilah “ Yesterday is history, Tomorrow is mistery, and today is Present day “ . Lakukan yang terbaik saat ini bukan nanti, mumpung lagi ingat mari kita berbuat banyak dan memberi manfaat. 

rujukan : http://rahasiabisnisrasulullah-sofyan.blogspot.com/


Rabu, 01 Januari 2014

Happy New Year 2014





Tidak terasa kini sudah menginjak lagi di tahun 2014, 2013 pun telah berlalu dengan segala cerita didalamnya. Dari yang membuat tertawa terbahak- bahak sampai membuat menangis tak bersuara. Waktu memang modal yang diberikan Allah swt pada setiap mahluk dengan jumlah yang sama, tapi akan membuahkan hasil yang berbeda. Apakah berbuah pahala/ dosa, sumpah serapah/do’a. Waktu itu  terus bergerak dan tidak akan sudi untuk menunggu. “waktu seperti pedang yang siap menebas batang leher”,  kalimat ynag sarat akan makna. Jika tidak bisa mengatur,maka hidupnya akan diatur oleh waktu.  So mari kita atur waktu dengan ciamik, menarik dan asyik.Nah Mari kita awali tahun baru ini dengan segala kebaikan dan rencana- rencana hebat yang akan kita realisasikan. Jangan  sampai diri masih terkungkung oleh masalalu yang menjerumuskan pada ruangan gelap dan mematikan api semangat. 2013 biarlah berlalu dan membawa segala cerita suka dan duka didalamnya , cukup dijadikan pelajaran untuk kemajuan kehidupan. Jika kesalahan janganlah terulang kalau kebaikan sebaiknya diteruskan dan ditingkatkan.